Thursday, May 28, 2009

Pelajaran IPS


Ilmu Pengetahuan Sosial disingkat IPS adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang lebih luas terhadap masyarakat.

Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMU) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut.

Murid kelas 1 SD sudah belajar pelajaran IPS. Mereka akan belajar mengenai uang, identitas diri, keluarga, kasih sayang, hidup rukun, dan peristiwa masa kecil.

Murid akan diajarkan mengenai uang pada bab satu. Pengajar dapat menunjukkan uang dalam bentuk uang mainan misalnya uang dalam monopoli atau uang mainan. Pengajar juga memberitahukan kegunaan uang. Di akhir pelajaran, pengajar menyuruh murid untuk menebak jumlah mata uang yang ditunjukkan oleh pengajar.

Pada bab dua murid diajarkan mengenai identitas diri. Pengajar dapat menyuruh para murid untuk memperkenalkan diri mereka dari nama, alamat rumah, tanggal lahir, hobi, warna kesukaan, dan lain-lain. Mereka akan memperkenalkan diri mereka di depan kelas. Para murid yang lain harus memperhatikannya karena di akhir pelajaran akan diadakan suatu permainan. Permainannya adalah para murid harus membentuk kelompok sesuai dengan perintah pengajar. Misalnya pengajar menyuruh murid untuk mencari teman yang memilki hobi yang sama. Para murid yang paling cepat membentuk kelompok itulah yang menang dalam permainan ini. Para murid pun akan lebih mengenal temannya lebih dekat.

Pada bab tiga murid akan diajarkan mengenai keluarga oleh pengajar. Setelah pengajar menjelaskan materi tersebut, pengajar menyuruh para murid untuk menuliskan nama keluarga mereka di pohon silsilah yang akan diberikan oleh pengajar. Pohon silsilah yang diberikan sangat sederhana. Murid hanya menuliskan silsilah keluarga dari kakek/nenek mereka. JIka murid lupa atau tidak mengetahui nama kakek/nenek mereka, murid tidak harus mengisinya.

Pohon Silsilah



Selanjutnya pada bab empat pengajar akan menjelaskan mengenai kasih sayang. Pengajar dapat memberikan aktivitas kepada murid berupa menyusun potongan gambar. Pengajar akan membagikan potongan-potongan berbentuk tabung dan segitiga kepada murid. Di dalam potongan tersebut akan terdapat tulisan mengenai kasih sayang. Murid harus menyusun potongan tersebut menjadi sebuah pohon yang ada di dalam pot. Murid akan mudah menyusun potongan tersebut karena di dalam potongan gambar tersebut terdapat angka dari 1, 2, 3, 4, dan 5. Murid menyusun dari angka paling bawah sampai atas sehingga membentuk sebuah pohon. Setelah murid menyusun potongan tersebut, murid mewarnainya.

Aktivitas menyusun potongan gambar menjadi sebuah pohon di dalam pot


(4) ayah dan ibuku sabar dan perhatian


(2) ayah dan ibu mengasuh aku

(3) kakek dan nenek menyayangiku



(1) ibu melahirkan dan mengasuh aku


(5) aku menyayangi adik dan kakakku

Pada bab lima pengajar akan menjelaskan mengenai hidup rukun. pengajar dapat memberikan aktivitas berupa menebak gambar yang diberikan oleh pengajar. Murid disuruh menebak dan mewarnai gambar yang mencerminkan hidup rukun.

Warnai gambar yang mencerminkan hidup rukun

a.


b.


Murid akan mempelajari peristiwa masa kecil pada bab enam. Aktivitas yang dapat diberikan oleh pengajar adalah murid disuruh menceritakan peristiwa yang lucu ketika mereka masih kecil. Murid akan maju satu persatu ke depan kelas. Murid dilatih untuk berani berbicara di depan umum.

1 comment:

  1. thanks ya... mnambah referensi to ngajar lbh kreatif

    ReplyDelete